Dia adalah sahabatku. Dia adalah pesona alam yang sulit kubaca namun kudengar cakapnya, kuresapi rintiknya, ku kenang genangannya dan ku cium aroma keruhnya.
Hei...kau pernah menemaniku menembus gelapnya malam bukan? Kau bahkan setia menemaniku menyusuri gelapnya jalanan itu, ahh kau hampir kulupakan, tak sangka kita dapat bertemu lagi, namun kali ini beda, di tempat yang beda, waktu yang beda dan pastinya dengan haru yang beda pula.
Aku tak pernah menghindarimu kecuali untuk mengenakan jas hujan, tunggu...itu hanya sebentar. Aku mengenakan jas hujan agar aku bisa bercengkrama denganmu lebih dekat. Dan kau tau...aku pernah menyukaimu, menjadikanmu hidup dalam sanubariku, menganggap kaulah yang mampu menyembunyikan amarah dan sedihku...ahh iyaa maaf aku hampir melupakanmu, tapi kali ini aku akan selalu mengingatmu. Aku tak pernah membencimu, bahkan aku selalu merindukanmu, merindukan wangi aromamu dan suasana damaimu.
Kau tau kau tak terkalahkan?
iya...sore kemarin kau berhasil mengalahkan senja. Entah berapa banyak kutukan untukmu oleh pengagum senja. Tapi, tak usah khawatir...bahkan saat kau hadir membersamai senja, indahmu tiada kira. Jangankan makian, cibiran lembut pun tak pantas kau dapatkan.
Jangan kau hiraukan, bahkan lebih banyak yang mengharapkan kehadiranmu. Banyak yang mengenang kenangan bersamamu. Dan yang terpenting, kau hadir menghapus air mata kesedihan mereka yang menantimu.
Kau tau...aku akan lebih mengagumimu.
Mengagumi warnamu,
Mengagumi aromamu,
Mengagumi suasanamu,
bahkan mengagumi keelokanmu.
No comments:
Post a Comment