Gadis itu...gadis yg mencoba tegar sejak bertahun-tahun silam kini
terkoyak lagi hatinya. Gadis yg elok parasnya, baik perangainya, kini
meneteskan air mata sebagai pertanda bahwa ia sudah tak mampu lagi
bertahan pada pijakan yg menyakitkan itu. Ia hanya mampu meminta dan
memohon pada Tuhan pencipta alam.
Gadis itu... kini bagai mawar layu
yg tak harum lagi, kering, dan rapuh. Ia menahan luka akibat rasa cinta
yg tumbuh di hatinya. Menutupi semua rasa sakit karna cinta yg menghancurkan dirinya.
Ia...tertawa lepas seolah ia meluapkan semua kesedihannya, bersenda
gurau seolah melampiaskan amarahnya. Tak banyak bicara namun terlalu
banyak memendam.
Ketegaran yg ia bangun bertahun tahun, kini luluh
lantak oleh rasa cinta. Kini ia mencoba bangkit, membangun kembali
ketegaran dengan keyakinan yg lebih kokoh lagi. Mencoba mengubur
kepingan kehancuran karena rasa cinta yg tumbuh di hatinya.
Gadis
itu...hatinya sekokoh baja, tapi jika sudah kecewa..ia tak bisa menjamin
apa". Memang ia hanya diam dan tersenyum, tapi tak kan pernah ada yg
menyangka bahwa diamnya itu bisa meluluh lantakan dunia.
Kini...
gadis itu... mencoba mengikhlaskan kehancuran dan mengubur rasa sakit yg
di deritanya untuk kebahagiaan yg sedang menantinya.
No comments:
Post a Comment