Saturday, 15 September 2018

Terkoyak Hatinya

Gadis itu...gadis yg mencoba tegar sejak bertahun-tahun silam kini terkoyak lagi hatinya. Gadis yg elok parasnya, baik perangainya, kini meneteskan air mata sebagai pertanda bahwa ia sudah tak mampu lagi bertahan pada pijakan yg menyakitkan itu. Ia hanya mampu meminta dan memohon pada Tuhan pencipta alam.
Gadis itu... kini bagai mawar layu yg tak harum lagi, kering, dan rapuh. Ia menahan luka akibat rasa cinta yg tumbuh di hatinya. Menutupi semua rasa sakit karna cinta yg menghancurkan dirinya.
Ia...tertawa lepas seolah ia meluapkan semua kesedihannya, bersenda gurau seolah melampiaskan amarahnya. Tak banyak bicara namun terlalu banyak memendam.
Ketegaran yg ia bangun bertahun tahun, kini luluh lantak oleh rasa cinta. Kini ia mencoba bangkit, membangun kembali ketegaran dengan keyakinan yg lebih kokoh lagi. Mencoba mengubur kepingan kehancuran karena rasa cinta yg tumbuh di hatinya.
Gadis itu...hatinya sekokoh baja, tapi jika sudah kecewa..ia tak bisa menjamin apa". Memang ia hanya diam dan tersenyum, tapi tak kan pernah ada yg menyangka bahwa diamnya itu bisa meluluh lantakan dunia.
Kini... gadis itu... mencoba mengikhlaskan kehancuran dan mengubur rasa sakit yg di deritanya untuk kebahagiaan yg sedang menantinya.

No comments:

Post a Comment