Monday, 22 July 2019

Rembulan Sendu


Tatkala peluh sudah memenuhi seluruh tubuh,
Semangat yang membara tlah menjadi arang,
Dahaga tak terkira sudah tiada rasa,
Kau membunuhku dengan diammu.
Tiada sapa yang menyejukkan,
Tiada senyum tulus yang meluluhkan,
Kau berkecamuk dengan dirimu,
Kau acuh padaku,
Rayuanku, kau abaikan,
Tak sudi kau menoleh sedikit melihat juangku.

Seanggun rembulan di benderang malam,
Paras ayumu mengalihkanku, kala itu.
Kini aku kehilangan sinarnya,
Sinar yang menerangi sudut gelap duniaku,
Dikala hanya sapamu yang mampu melenyapkan penatku,
Atas semua asa yang tlah ku korbankan untukmu.

Entah apa yang membuatmu redup.
Aku yang tak lagi kau harapkan,
Atau kamu yang mulai merelakan.
Ahh...aku merindukanmu yang dulu.
Magetan, 11 Juni 2019

No comments:

Post a Comment