Monday, 22 April 2019

Kopi Yang Diingkari #3

Ini semua tentangmu Sa.
Tentang kisah antara aku, kau, dia, mereka dan seisi alam semesta. Satu tahun aku menemanimu bersamanya, 5 tahun aku memendam sebuah rasa dan butuh seperempat tahun aku membunuh rasa yang ku sebut itu cinta.

Bagi kalian, itu waktu yang cukup lama dan hanya berujung pada yang sia-sia. Tapi bagiku tidak, aku tidak menyebutnya lama bahkan sia-sia. Karena cinta bukan tentang bisakah aku bersamanya, tapi bagaimana kisah yang akan aku jalani selanjutnya, saat aku bisa mendapatkannya.

Dipenghujung penantianku, kau mulai menyadariku, mulai merasakanku dan aku mendapatkan sebuah jawaban dari penantian panjangku.

Harusnya aku bahagia, tapi entah mengapa aku berfikir sebaliknya. Aku merasa ada sesuatu yang tak bisa kusentuh dengan raga. Aku merasa diri ini berbeda dengan kisah yang tlah lalu yang tak pernah kulupa. Dan aku mulai berkaca.
Apakah diri ini pantas bersamamu Sa? tidak Sa, aku sangat tak pantas. Aku tak bisa jika harus bersamamu. Aku menyadari, kau begitu sempurna jika harus kumiliki.

Aku merasa kerdil setelah menyadari betapa sempurnanya dirimu, hingga aku mengingkari semua yang ku janjikan padamu. Secangkir kopi di senja sore di kedai yang pernah aku impikan duduk bersamamu aku mengingkarinya Sa.

Aku telah masuk dalam secangkir kopimu disela senja dan meninggalkan pahit yang tak terduga. Aku menoreh luka yang mungkin belum pernah kau rasakan sebelumnya, sampai air matamu yang menjelaskan semua. Aku hanya berharap, semoga kau mendapatkan rasa manis yang begitu hangat, yang jauh dari kopi pekat, yang akan terus memelukmu erat, hingga luka yang kubuat akan sembuh dan kembali utuh.

Aku coba menarik nafas panjang dengan mata terpejam dan bergumam,
"Aku melepaskanmu Sa, aku menghempaskanmu, aku membunuhmu, aku menghancurkanmu."

Itulah caraku agar kau membenciku. Sebab kau seperti senja yang tak dapat ku raih jingganya dan senja yang tlah mengutukmu menjadi wanita sempurna. Aku hanya salah satu penikmatmu, yang hanya pantas berada jauh darimu.

Dariku yang melepas, untukmu yang akan terbang bebas.


No comments:

Post a Comment